Sedekat Detak, Sejauh Langit
Karya: Nabil Syakhira Aulia DaulayRinduku padamu
adalah laut yang pura-pura tenang,
padahal diam-diam menenggelamkan.
Kau tinggal di dekat dadaku,
seperti detak yang tak pernah izin untuk pergi,
namun langkahmu jauh
bagai bulan yang hanya bisa kupandangi
tanpa pernah kupeluk utuh.
Setiap malam,
namamu menjelma hujan—
jatuh perlahan di pikiranku,
menggenang menjadi sepi
yang tak sempat mengering.
Aku ini jendela
dan kau adalah senja;
datang membawa warna,
lalu pergi meninggalkan langit
yang belajar patah secara perlahan.
Katamu jarak hanya angka.
Tapi angka itu berubah menjadi tembok,
tinggi dan dingin,
membelah dua orang
yang saling ingin pulang.
Maka aku mencintaimu
seperti bumi mencintai matahari:
tetap mengelilingi,
meski tahu
tak akan pernah benar-benar menyentuh.
Sumatra Utara, 25 Mei 2026