Karya: Muhammad Hilbram Syaddam
Kursi didekatkan sedikit
agar tidak terlihat ada jarak.
Bahunya hampir bersentuhan,
cukup dekat untuk disebut bersama.
Pertanyaan-pertanyaan ringan jatuh di meja,
dijawab dengan senyum yang sopan.
Tidak ada yang salah,
hanya sesuatu yang tidak pernah mulai.
Keheningan datang tanpa canggung,
seperti tamu lama yang sudah dikenal.
Jam terus bergerak,
membuktikan waktu hadir lebih utuh daripada perasaan.
Saat perpisahan tiba,
langkah berjalan searah
tanpa pernah benar-benar berdampingan.
Malam menyimpan satu rahasia kecil:
kedekatan bisa terasa hangat,
tanpa pernah menjadi rumah.
Kuala Tungkal, 22 Mei 2026