Karya: Muh. Arlan maulana
Laksana bayang bulan di air
Terukir rupa..
Tapi tak bisa kugenggam
Nafas mendesah, berat
Engkau dekat
Namun tak bisa kumiliki
Hari-hari mendera senyap
Dekat.
Diam membisu
Tapi hanya diam yang paham
Tentang jauhnya jarak tanpa jejak.
Aku hafal dirimu
Ketika orang lain tak sadar
Mengagumimu dalam diam yang tak berujung
Agar rupaku selamat dari perihnya luka.
Engkau pusaka disanubariku
Yang membuat logikaku jadi buta
Meski aku dan kau mengikis jarak
Tapi rasamu berlabuh di tempat yang lain
Engkau akar yang tumbuh dijiwaku
Tapi buahmu tak pernah bisa kupetik
Diam dalam doa
Ikhlas, mengikhlaskan
Rasamu berlabuh di sana...
Bone, 22 mei 2026