Karya: M. Ilham Akbar Habibie Abdul Haq
Hidup dalam sebuah negeri,
Bukit-bukit menjulang indah, berhamburan rempah-rempah.
Laut beralun mengikuti arah.
Dari kejauhan aku melihat
Senyuman manis anak-anak yang dilontarkan.
Indahhnya negri dalam kehidupan.
Tapi kenapa ada corak borai di dalamnya?
Setiap satu pijakan dalam kehidupan,
Kuangankan semua harapan.
Berhari-hari lika-liku kujalani,
Walau terus mengusap tetesan keringat bau pindang.
Dari teras depan aku melihat:
Hitam manis manusia, terasa kosong dompetnya.
Di jalan-jalan,
sarjana-sarjana linglung tanpa tujuan,
Tanpa sebatang pekerjaan.
Tapi kenapa tikus-tikus terus berkeliaran,
Menelan semua harapan?
Dalam perjalan gemuruh riuh
Heyy hitam manis saudaraku
Satukan tekadmu
Satukan suaramu
Lantangkan teriakanmu!
Sampai kapan kita berkeliaran
Tanpa adanya perubahan?
Kursi-kursi di beranda menghadap ke jalan.dalam kejauhan aku berteriak
Wahai para pemangku terhormat,
Hentikanlah nista.
Genggamlah empati.
Dalam perjalanan sajak kami.
Dari kegelapan menuju cahaya kesembuhan
Nganjuk, 17 Mei 2026