Jarak di Ujung Sendok
Karya: Hesti Julfince guloKita makan semeja, uap nasi jadi sekat tipis.
Kamu sibuk menggulir layar, aku menakar sisa es di gelas.
Sendokmu menyentuh piring yang sama,
Tapi pikiranmu sudah berlari ke kota lain.
Aku bertanya cuaca hari ini.
Kau jawab dengan anggukan, mata tetap pada notifikasi.
Kita tertawa karena video yang sama,
Namun tawa itu tak sempat singgah di antara kita.
Inikah arti dekat? Dua tubuh di satu kursi,
Namun hati meminjam alamat yang berbeda.
Dekatmu bisa kuraih dengan ujung jari,
Tetapi jauhmu tak bisa kutempuh dengan doa.
(Lahomi, 24 Mei 2026)