Karya: Fransiska Gaudensiana Abi
Sore dan Malam di Kota Kefa
bagaikan langit yang tidak pernah selesai
menitipkan hujan kepada bumi.
Rintiknya jauh perlahan,menyentuh jalan- jalan sunyi
dan membawa dingin hingga ke relung hati yang paling dalam.
Di balik kabut yang menggantung pelan,saya memandang hidup seperti musim yang terus berubah
kadang hadir membawa hangat, kadang pergi meninggalkan sepi tanpa sempat mengucap pamit
Kita dua adalah jiwa yang tumbuh dari banyak badai.
Pernah rentak oleh kecewa,pernah lelah oleh keadaan,
namun tetap memilih bertahan meski langkah nyaris kehilangan arah.
Berusaha bersama bagaikan nyala kecil di tengah badai;
tidak selalu terang,namun cukup menjaga hati
agar tetap percaya pada harapan.
Sebab Cinta yang sesungguhnya bukan lahir dari kemudahan,melainkan dari keberanian yang tumbuh untuk tetap tinggal saat dunia terasa hendak runtuh.
Dan Malam ini ,
di bawah hujan di Kota Kefa yang jatuh seperti doa-doa langit,saya belajar bahwa beberapa hati memang diciptakan untuk saling menguatkan,bukan saling meningggalkan .
Kota Kefamenanu, 21 Mei 2026