Fathir Rahman - Segenggam Asap di Antara Dua Telapak (Lirika 9)

📅 Mei 08, 2026
Fathir Rahman 
Segenggam Asap di Antara Dua Telapak 

Kau di seberang meja yang sama,
namun samudra membentang di antara nama.
Kita bicara, kata-kata melayang lewat
bagai surat tanpa balasan yang terlambat.

Aroma kopi masih hangat mengudara,
tapi jemarimu sejauh kabut di pagi.
Genggaman kita tak pernah sungguh bertaut,
hanya bayang yang saling mengejar tanpa suara.

Aku hafal lipatan matamu saat tersenyum,
tapi tak tahu mimpi apa yang kau simpan dalam mimpi.
Engkau tahu warna kemeja favoritku,
tapi tak pernah duduk di sisi sepiku yang paling sepi.

Sebab jarak bukan hanya soal ruang yang kosong,
namun hati yang enggan mengetuk pintu yang sama.
Kita begitu dekat, cukup untuk saling menyakiti,
tapi terlalu jauh untuk saling memaafkan dengan utuh.

Dan malam ini, di antara lampu yang temaram
Aku berbisik—namun kau tak mendengar
Karena yang jauh bukanlah tubuh yang berjauhan
tapi dua hati yang sengaja berpaling saat saling menatap.



Jambi, 7 Mei 2026