Negeri yang Masih Bernapas
Karya: exsel maulanaDi negeri
yang terlalu sering dipenuhi suara besar,
kami belajar
bahwa harapan justru tumbuh
dari langkah-langkah kecil
yang tidak berhenti berjalan.
Seorang ayah
menyembunyikan lelah
di balik punggung yang tetap tegak.
Seorang ibu
menjahit retak hidupnya sendiri
agar anak-anaknya tetap percaya
bahwa masa depan masih ada.
Dan kami,
generasi yang sering gagal,
sering takut,
sering hampir menyerah,
tetap memilih berdiri bersama.
Sebab dunia tidak bertahan
karena manusia paling kuat,
melainkan karena ada hati-hati sederhana
yang saling menjaga
saat segalanya nyaris runtuh.
Kelak,
jika sejarah bertanya
siapa yang membuat negeri ini tetap bernapas,
jawabannya adalah
mereka yang terus berusaha
meski hidup berkali-kali
ingin mematahkan mereka.
yogyakarta, 25 mei 2026