Karya: eka pitrianti
Aku masih mengingat caramu
menanyakan hari-hariku yang sederhana.
Hal kecil itu dulu terasa hangat,
seolah dunia tidak terlalu berat dijalani.
Kini kita masih saling mengenal,
masih mengetahui kabar satu sama lain,
tetapi ada jarak yang tidak mampu dijelaskan
oleh kata maupun pertemuan.
Namamu tetap tinggal dalam doa,
meski perlahan hilang dalam kenyataan.
Aku melihatmu seperti dulu,
tetapi hatimu tidak lagi singgah di tempat yang sama.
Kadang seseorang tidak benar-benar pergi,
ia hanya berubah menjadi jauh
meski masih berada begitu dekat.
Dan dari semua kehilangan,
barangkali itulah yang paling sulit diterima.
pontianak, 21 mei 2026