Risalah Air yang Terikat Bumi
Karya: Dara IndriawatiLangit, apakah kau melihatku?
Apakah kau merindukanku?
Begitu megah engkau sang penguasa cahya,
karisma pengantar senja yang paling rupa.
Di bawah kuasamu, aku terpaku pada senyum birumu.
Deburan ombakku selalu menyapa awanmu.
Namun aku tahu diri, aku hanyalah air yang terikat bumi.
Sedangkan kau adalah angkasa raya tempat angin bersemi.
Dalam naluri, kita adalah kesatuan yang padu.
Namun kenyataan menjeda kita untuk menyatu.
Sebab kita hanya dekat dalam tatap,
namun terlampau jauh dalam dekap.
Kita tampak bertaut di garis cakrawala semu.
Seolah tiada jarak memisahkan aku dan kamu.
Kita saling memandang, terjebak kesetiaan yang sia-sia.
Dekat dalam bayangan, namun sejauh surga dan dunia.
Aku mampu memantulkan indahmu di atas riak ombakku.
Namun aku takkan pernah terbang tinggi memelukmu.
Kau sengaja jatuhkan hujan sebagai pengganti pelukan.
Aku menyambutmu lewat gelombang kepasrahan.
Tasikmalaya, 25 Mei 2026