Karya: Damasus Karolus Li
Di ujung timur Nusantara, Nusa Tenggara Timur,
kami menanam mimpi di jalan penuh debu.
Pendidikan adalah cahaya, nyawa yang kami cari,
meski kenyataan kerap menusuk hati.
Setiap pagi langkah kecil berangkat teguh,
melewati batu, bukit, dan sungai yang basah oleh dingin.
Jarak bukan penghalang demi ilmu dan harapan.
Sampailah kami di sekolah renta,
dinding retak, atap bocor, lantai tak rata.
Fasilitas minim, namun tetap kami jaga,
karena di sanalah asa tumbuh sederhana.
Di ruang sunyi ia berdiri,
guru tulus penuh bakti.
Upah kecil tak mematahkan hati,
tetap mengajar dengan kasih setiap hari.
Murid dan guru sama berjuang,
menahan lelah dalam keterbatasan.
Meski dunia seakan lupa,
semangat pendidikan akan tetap menyala selamanya.
Mbay, 23 Mei 2026