Chelshy Oktavia Ningsih - Satu nafas, satu arah (Lirika 9)

📅 Mei 24, 2026
Satu nafas, satu arah
Karya: Chelshy Oktavia Ningsih 


Di sini kita berdiri, di tanah yang mulai retak,  
Langit menunduk malu melihat luka yang kita buat.  
Angin membawa bisik, bukan lagi nyanyian damai,  
Ia membawa debu, membawa sesal yang tak terucap.

Namun dengarlah, di balik sunyi itu ada degup,  
Degup hati manusia yang belum mau menyerah.  
Satu tangan mengangkat puing, tangan lain menanam benih,  
Karena kita tahu, tak ada yang bisa selamat sendiri.

Usaha satu orang hanyalah tetes di samudra,  
Tapi seribu tetes bisa mengubah arah arus.  
Jangan tanya kapan dunia akan sembuh,  
Bertanyalah apa yang sudah kau lakukan hari ini.

Berusaha bersama bukan sekadar kata di bibir,  
Ia adalah janji yang kita buktikan dengan langkah.  
Saat yang kuat menopang yang lemah,  
Saat yang jauh bersedia mendekat.

Mungkin jalan ini panjang dan berliku,  
Mungkin lelah akan datang lebih dulu dari hasil.  
Tapi lihatlah, di ujung gelap itu ada cahaya,  
Cahaya yang hanya bisa kita nyalakan jika bergandengan.

Maka mari, tarik napas yang sama,  
Berjalan ke arah yang sama.  
Untuk bumi, untuk esok, untuk kita semua.  
Karena hanya dengan berusaha bersama, harapan itu hidup.


Talikumain 22 mei 2026