RUANG YANG MENIPU
Kita duduk di bangku yang sama,
Bahu kita hampir bersentuhan,
Namun ada samudera tanpa nama,
Membentang di sela percakapan.
Matamu menatap layar yang redup,
Mataku mencari sisa kenangan,
Dulu kita satu napas, satu hidup,
Kini hanya dua asing dalam keheningan.
Suaramu terdengar begitu dekat,
Tapi maknanya tak lagi sampai ke hati,
Seperti dua bintang yang terikat,
Namun terpaut jutaan tahun cahaya yang sepi.
Kita ada di sini, di titik yang sama,
Namun jiwamu telah pergi jauh melampaui pintu,
Persahabatan kini hanya tinggal nama,
Dekat di mata, namun asing di satu waktu.
Brebes, 6 Mei 2026