Revisi sebagai Jantung Kepenulisan
👁️ dibaca

Table of Contents

Revisi sering dianggap sebagai tahap yang melelahkan, padahal justru di sinilah tulisan menjadi matang. Draf pertama jarang sekali langsung sempurna. Revisi memungkinkan penulis memperbaiki kejelasan, ketepatan, dan kekuatan tulisan.

Dalam proses revisi, penulis meninjau kembali gagasan utama, struktur, dan pilihan kata. Pertanyaan penting yang perlu diajukan antara lain: apakah pesan sudah tersampaikan dengan jelas, apakah ada bagian yang bertele-tele, dan apakah urutannya sudah logis.

Revisi sebaiknya dilakukan dengan jarak waktu agar penulis dapat melihat tulisannya secara lebih objektif. Membaca ulang dengan sudut pandang pembaca juga membantu menemukan kelemahan yang sebelumnya terlewat.

Dengan membiasakan diri merevisi, penulis belajar bahwa menulis adalah proses bertahap. Kesabaran dalam revisi akan menghasilkan tulisan yang jauh lebih kuat dan bermakna.

Sumber:

  • Murray, Donald M. The Craft of Revision. Harcourt.

  • Strunk, William, & White, E.B. The Elements of Style. Pearson.

Posting Komentar