Menulis Dialog yang Terdengar Alami
👁️ dibaca
Table of Contents
Dialog bukanlah transkrip percakapan dunia nyata. Dialog dalam tulisan harus memiliki tujuan: memajukan plot atau menunjukkan karakterisasi. Hindari "dialog hambar" yang hanya berisi basa-basi tanpa makna. Setiap baris dialog sebaiknya mengandung subteks—apa yang tidak dikatakan sering kali lebih penting daripada apa yang diucapkan.
Gunakan tag dialog yang sederhana seperti "katanya" atau "tanyanya." Hindari penggunaan kata keterangan yang berlebihan seperti "ucapnya dengan sangat marah." Jika kalimatnya sudah kuat, pembaca akan tahu bahwa karakter tersebut marah tanpa perlu diberi tahu secara eksplisit.
Sumber: Dialogue oleh Robert McKee.
Posting Komentar